A Guy with a Family

with-baby-familiy.jpgYap. Saya punya keluarga kecil. Seorang istri dan seorang putri kecil. Usianya baru menginjak 6 bulan. Mereka semua di Jakarta.

Sementara itu, saya bekerja di Banda Aceh untuk sebuah project. Tahukan sejak tsunami menimpa Aceh, begitu banyak program bantuan digelar di sini? Salah satunya tempat saya bekerja sekarang.

Kebetulan saya masuk di saat dan di tempat yang tepat. Setidaknya demikian menurutku. Program kami bergerak di bidang livelihood. Pemberdayaan ekonomi, tepatnya. Tidak seperti banyak project/program bantuan sejenis, bantuan ini dirancang sedemikian rupa agar membuat penerima manfaat (bantuan) tetap bisa relatif lebih mandiri. Artinya bantuan diberikan untuk mereka yang tidak mampu namun bukan dengan mengajari mereka jadi pengemis. Kami berusaha memperkuat potensi yang mereka miliki, dan memperhatikan tingkat kebutuhannya.

Ada skema dan proses yang kami buat untuk melatih penerima manfaat agar bisa mengelola bantuan dengan baik, juga agar bisa ditabung. Tabungan nanti bisa digunakan untuk reinvestasi, uang sekolah anak, dan berobat kala sakit. Intinya agar uang tidak dihabiskan. Soalnya di Aceh ini banyak sekali bantuan yang begitu diterima segera berubah menjadi hp, motor, perhiasan, dan macam-macam barang konsumtif lainnya.

Program kami beda dengan program lain yang ala charity. Mereka yang datang dan memberi uang, lalu pulang. Program seperti ini seperti penjual minyak wangi dipasar. Untuk menghilangkan bau cukup semprotkan saja. Jika kandungan minyak wanginya habis baunya tercium lagi. Waqs.

Soal timing cukup benar. Bagi siapapun di usia tertentu selalu ada persimpangan. Kebetulan saya sudah bosan bekerja di tempat lama, lalu saya mencoba peruntungan baru. Nyatanya, saya bekerja di bidang yang selalu menjadi salah satu keinginan saya. Bekerja di dunia LSM, bekerja di soal-soal pemberdayaan.

Sebelumnya saya bekerja di industri penerbitan. Di Mizan, salah satu penerbit idola saya sejak muda. Sebelumnya lagi, saya sempat bekerjasama dengan Andi Alfian Mallarangeng di lembaga riset yang dipimpinnya. Bergerak di bidang Otonomi Daerah yang menjadi salah satu keahlian Pak Andi, waktu itu. Sekarang, ya ikut SBY di istana. Tapi saya sudah lebih dahulu cabut ke Mizan saat beliau ke istana. Hehehe

Sebelumnya lagi? Saya sempat jadi wartawan kecil-kecilan. Kecil-kecilan karena tidak seperti banyak teman-teman yang lain yang bekerja di media massa utama, saya bekerja untuk media-media kecil. Sebut saja untuk At-Tin.org yang saat itu memiliki website berita dunia Islam. Semasa mahasiswa, pernah ikut bekerja di Yogya Post, salah satu koran lokal yang mungkin saat ini sudah tutup.

Kembali ke Aceh, seperti iklan saja. Pas-pasan. Pas nganggur, pas dapat kerjaan. Pas bosan dengan cita-cita lama, pas ketemu jodoh baru. Jadi ada baiknya juga saya bekerja di sini dan saat ini.

Lalu bagaimana dengan Jakarta?

Istri saya dan bayinya ada di sana. Benar kata bro Exciter, salah seorang pengunjung blog saya. Bukan kerjaannya yang jadi masalah. Tapi di mananya. Jauh dari keluarga bukanlah hal asing bagi saya. Sejak SMP saya sudah jauh terpisah dari rumah. Mungkin separuh usia seperti itu. Tapi itu keluarga asal. Dengan keluarga baru, tidak. Kami selalu saling merindukan. Meskipun saat ini segala macam teknologi komunikasi tersedia, tetap saja terasa kurang.

Sambil mempersiapkan diri untuk keluar, saya coba untuk menarik pelajaran sekarang. Saat nanti bekerja lagi, mungkin harus cari yang cocok dengan keluarga. Artinya keluarga bisa dibawa, dan tempat kerja kondusif untuk membangun keluarga kecilku…

Kuliah pun demikian. Betapapun pentingnya ia, mestinya tidak lagi jauh terpisah. That’s all a biker need for his life!!!

& Komentar

  1. Benar mas…., 100 % setuju, usia kita mungkin insya Allah mencapai 75 th, 21 tahunan kita habiskan untuk sekolah dan keluarga asal, sampai dengan 30 tahunan kita habiskan untuk pekerjaan dan teman2, kalo menikah di umur 35 th , kita punya sisa 40 th untuk bersama keluarga, kalo kita kerja sampai pensiun umur 60th, artinya kita cuma punya sisa 15 th benar-benar untuk istri dan anak-anak kita, sementara anak-anak sudah besar dan sudah mulai dengan pekerjaan dan kesibukan masing2,

    Mas benar2 berjiwa sosial bisa memikirkan kebutuhan masyarakat di aceh yg jauh disana…, tapi bagaimana dengan kebutuhan mas sendiri untuk dekat dengan keluarga dan kebutuhan keluarga untuk dekat dengan mas…..

    Peace………

  2. Oh jd gitu latar blkg bung ilham,semoga menjadi keluarga yang slalu berbahagia bos,klo planning saya stelah nikah mau boyong keluarga ke arab,tp msh buanyak hal yg menjdi pertimbangan saya,salah satunya bsa gak keluarga saya beradaptasi dgn lingkungan arab yg sangat2 berbeda dgn Indonesia,klo toh gak bsa saya yg hrus ngalah mesti resign n nyari rezeki di tempat laen.tp ini skenario terburuk,yg penting bg saya skarang nikah dlu hehehe,bru ngajuin Visa bgi istri saya nanti.sekian dlu curhat saya,skarang mau nelfon cais dlu lg kangen maklum malam minggu hiks2

  3. Ngomong masalah biker en D family ya bro. Nice topics…… Jadi taw latar belakang mas ilham

    Curhat dikit ya bro: Jujur gw sendiri biker individualis, tidak terlalu suka terikat dengan klub dan sebagainya… Udah pernah ikut 2 klub tapi selalu keluar… Bapak Gw biker HD. Bukannya menghina sih tetapi jiwa arogansi HD ada sedikit pada orang tua saya dan saya tidak menyukainya… Walaupun begitu beliau sangat sayang pada putra-putrinya, walaupun tidak diucapkan dengan kata2… BTW, biker dirumah saya cuma saya dan ayah saya.. Adik saya lebih suka mobil, dan saya juga suka mobil..

    Cerita2 ya bro.. Tadi di jalan gw ngeliat satu keluarga yang sepertinya pcinta trail(ibunya gak ada, mungkin di rumah).. Anak paling muda naik F1Z (sepertinya) modif mini moto, sang kakak cowok naik ninja modif (trail-lah.. apalagi). Sang bapak naik motor trail cina modif merek loncin.. Semua pakai perlengkapan lengkap, tapi sayang sang anak perempuan yang di bonceng sang bapak hanya memakai topi dan kacamata hitam.. Wah.. Jujur saya agak iri dengan keluarga seperti itu… Jika besar nanti bisa jadi kenangan indah… Indahnya dunia Biker.. Hehehe

  4. hiks…hiks….kalo jauh ama keluarga…hiks…sedih deh…kalo masih bujang sih ga msalah, tp kalo udah beerkeluarga….wah kayaknya sulit….selalu rindu ama anak….hiks..(padahal gw masih bujang udah ngomong kaya gini)kekekeke….semangat om Ilham…gw dukung kafemotor..n…om Ilham…semangattttt…..merdeka

  5. blog ini lebih banyak sisi humanis dari seorang biker he..he
    jujur saja, sayapun agak ragu dalam melangkah ke depan (mo merit)
    ya itu tadi takut ntar jauh2an ma keluarga.
    A guy with a family

  6. Saya juga biker, Mas Ilham.
    Dulu make Astrea 83. Sekarang, Make sepeda.

    Dulu, di JKT, naik motor, nyelap-nyelip disaat macet. Dimaki-maki pengendara lain, kalo agak kenceng sedikit. Demi segenggam beras segumpal harga diri. Saya pasrah.

    Sekarang, tidak di JKT lagi… naiknya sepeda. Dimaki-maki oleh angin musim dingin. Yang saking dinginnnya, kuping kalo disentil, rasanya mao pecah. Masih demi segenggam beras dan segumpal harga diri. Namun kali ini saya tidak hanya pasrah… tapi juga ikhlas.

  7. Kang Ilham, maaf belum sempat chat di YM lagi. A little bit bizi nih.

    Semoga bisa dapat tempat seperti yang Kang Ilham inginkan. Itu tuuhh…. yang bebas asap rokok!

  8. @ bmoer on Juni 23, 2007 5:27 pm
    Hehehe, bener bro. Keluarga itu anugrah. Sayang kita sering lupa saat kita menerimanya. Hanya ingat kala kita kehilangannya. Syukurlah kami sedang belajar di usia muda sehingga tidak terlambat untuk itu. Tnq atas masukannya.

    @ wyren & Kump4s
    Tnq atas dukungannya. Biker hanyalah status sederhana, pada dasarnya kita adalah manusia :D

    @ Bangaiptop on Juni 26, 2007 3:11 pm
    Bang, balik dari Eropa jgn lupa bagi2 ilmu… Hidup akan menemukan jalannya sendiri :)

    @ ucheman on Juni 26, 2007 11:28 am
    Yup ini isinya hal2 personal. sedikit pengalaman pribadi dan refleksi.

    @ Kang Kombor on Juni 28, 2007 5:12 pm
    Bener Kang, lanjutkan perjuangan!!! (apa pindah kerja juga?)

  9. Biker is the most esential oh Human.. For me loh… Gak ada kepalsuan saat kita riding…. (caelah… )..

  10. Bro Ilham koq kafemotor dicuekin, saya bolak balik ol ga ada yg baru. Lagi sibuk ya?

  11. waaaaaaaaa………… Salut dengan Semangat dan Prinsip membantu orang lain………. dengan memberdayakan kemampuannya………..
    Bagaimana bisa ikutan bergabung dengan kegiatan tersebut >>>>>>>>>


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar